KANAL 4News

JIP - Land Rover Defender dikatakan terlalu spartan, dan Range Rover dikategorikan terlalu tinggi kelasnya untuk bertahan melawan invasi produk impor dari Jepang. Para petinggi Land Rover lantas memutar otak untuk menemukan solusi. Kemudian muncullah “projek Jay” yang isinya tak lain menciptakan kendaraan 4x4 yang nyaman, namun tetap terjangkau. Sasis, girboks, transfercase dan gardan Range Rover Classic kemudian dijadikan tulang punggung realisasi proyek tersebut.

Agar harga lebih terjangkau, maka beberapa kiat pun dilakukan. Bodi yang lebih ramping merupakan salah satu cara untuk melakukan pemangkasan bahan baku. Selain itu hampir semua part diambil dari produk Rover lainnya, bahkan ada pula yang menggunakan produk yang sudah post produksi alias memanfaatkan limbah dari Rover lainnya.

Perangkat yang diambil dari Rover part bin lainnya adalah mesin 2.0 silinder bensin dan mesin diesel 200Tdi menjadi mesin SUV yang diperkenalkan pada tahun 1989 ini. Selain itu serangkaian kemewahan seperti karpet tebal nan mewah dan juga peredam kabin ditanggalkan untuk merampingkan harga jual.

Produk yang diberi tajuk Land Rover Discovery ini menggunakan basis bodi 3 pintu sebagai produk perdananya, baru pada tahun 1990 versi 5 pintu yang bakal lebih termasyur dikenalkan. Dengan segenap barang bekas yang ada, Discovery berhasil menempatkan dirinya sebagai jembatan di antara Defender dan Range Rover.

Lebih nyaman dibandingkan dengan Defy namun lebih ringan dibandingkan dengan Rangy dengan kemampuan off-road yang bisa diandalkan. Pada 1992, transmisi matik diperkenalkan sebagai pilihan hanya pada versi dieselnya dan sekaligus menjadikan Disco semakin menjauh dari kelas Defy.

Mesin bensin V-8 3.5 liter yang dijejalkan pada tahun 1984, semakin memperkuat peta peperangan bagi Discovery untuk menjadi ujung tombak bagi Rover khususnya, dan pabrikan Inggris dari serangan produk dari Jepang.

Update berupa facelift pada Discovery dilakukan pada 1994. Sejumlah penyegaran diantaranya penggantian mesin diesel dengan 300Tdi dan mesin V8 3.5 dilengserkan dan diganti dengan V8 3.9 liter. Sementara mesin 2.0 bensin dilucuti dari barisan tanpa ada penggantian. Hal ini seolah menunjukkan bahwa Rover lebih percaya diri untuk menempatkan si ‘priyayi kelas menengahnya’ ini pada kelas yang lebih bergengsi.

 

Discovery menjadi salah satu produk termasyur, salah satunya saat SUV ini menjadi bagian utama dari Camel Trophy selama 8 kali gelaran, dari tahun 1990 hingga 1997. Artinya Disco merupakan kendaraan yang paling banyak dipergunakan.

Perjalanan Discovery terus bergulir, hingga pada tahun 1998 up grade serius pada desain, mesin maupun fitur menjadi menu yang menjadi rumusan lahirnya Discovery Series II. Di beberapa pasar, generasi II disebut sebagai Discovery 2. Berdasarkan penamaan ini, maka versi sebelumnya jamak disebut sebagai Discovery Series I.

Mesin diesel lawas diganti mesin 5 silinder Td5, begitu pun dengan mesin V8nya. Mesin 4.0 liter dan 4.6 liter menggantikan posisi mesin V8 sebelumnya. Sejumlah penyegaran lain terjadi baik pada desain maupun penambahan fitur. Namun tetap saja Discovery diracik berdasarkan ramuan lama.

Namun demikian Discovery II merupakan salah satu SUV yang mengalami perkembangan paling pesat dari semua generasi I. Penambahan fitur secara signifikan menjadikannya sebagai SUV yang lebih nyaman dan lebih mudah dicerna di berbagai pasar.

Suspensi udara comotan dari Range Rover Classic menjadi salah satu menu yang ditawarkan pada Disco II.  Pada Disco II ini, central locking differential yang termasyur justru dihilangkan pada 2001. Land Rover percaya bahwa traction control dan paduan hill descend control merupakan pengganti yang cukup handal, efektif sekaligus memiliki masa depan.

Struktur Body on frame yang menjadi ciri dan kekuatan dari Discovery resmi ditanggalkan pada tahun 2004 dengan diperkenalkannya Discovery III. SUV yang satu ini sama sekali baru dan berbeda dengan pendahulunya. Hal yang unik adalah platform Discovery III ini sama sekali dikembangkan dari nol, dan kemudian dipergunakan sebagai dasar pengembangan Range Rover Sport.

Taburan teknologi dan mesin canggih menjadi salah satu ciri kendaraan yang juga dijuluki sebagai LR3 untuk pasar Amerika ini. Kendaraan ini seolah menjadi litbang bagi Rover dalam mengembangkan SUVnya, termasuk Range Rover baik Vogue terlebih Sport.

Generasi IV mulai mengaspal pada 2009. Generasi anyar ini naik kelas dari mid-size menjadi fullsize SUV. Dikenal sebagai Discovery 4 dan memiliki tema yang sama generasi sebelumnya untuk struktur bodi dan suspensi independennya. Berapa tarikan desain dari generasi II masih cukup kental. Dasar dari pengembangannya pun sedikit banyak memiliki kesamaan dari generasi sebelumnya dengan sentuhan teknologi dan juga fitur yang melimpah. Hingga tahun 2016 ini, Discovery 4 ini masih berada pada lini produksi dan dipasarkan. Bayang-bayang akan munculnya generasi penerusnya pun sudah muncul. Secara resmi pihak Land Rover belum mengkonfirmasi secara resmi mengenai hal tersebut.

Dengan segala perkembangan yang ada, Discovery tetaplah sebuah SUV yang memiliki teritori tersendiri. Tetap konsisten dengan ciri khas bawaan oroknya di mana posisinya tetaplah di atas Land Rover Defender (atau Land Rover DC100, sebagai penganti Defender) dan di bawah Range Rover. Dengan demikian Discovery tetaplah menjadi priyayi kelas menengah.

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
Modifikasi Off-road | Suzuki Escudo 1996
Modifikasi Off-road | Suzuki Escudo 1996
JIP TWITTER FEED
Review Produk