KANAL 4Utilitas

JIP - Sejak diperkenalkan pada tahun 1993 silam, SUV asal Korea KIA Sportage segera menyerbu pasar otomotif di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Sayangnya di Indonesia, pemasarannya termasuk telat dan baru nongol pada tahun 1999. SUV kecil ini dikembangkan sekaligus untuk beberapa pangsa pasar termasuk Amerika.

Selama masa edarnya Sportage 1 ini mengalami facelift pada tahun 2000, yang meliputi penggantian bentuk grill, bumper depan dan lampu belakang. Khusus untuk lampu belakang atau taillight ini, versi lama menggunakan model pembias cahaya pada bagian dalam mikanya. Sementara versi baru merupakan model dengan mika bening dan menggunakan cermin berbentuk cawan untuk memantulkan cahayanya.

Khusus untuk pasar Amerika Utara dan Kanada, amandemen penyegaran KIA Sportage generasi I ini tidak bisa diterima. Lantaran pada saat itu badan yang melakukan kajian keselamatan untuk Amerika Serikat khususnya National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) belum bisa menerima adanya sistem pemedaran lampu dengan cermin seperti yang dipergunakan pada model facelift. Sepertinya badan kajian keselamatan Amerika ini termasuk konservatif dalam menerima hal-hal baru.

Maka untuk pasar Amerika Utara dan Kanada, tetap mengunakan lampu versi lamanya dan baru menerapkan lampu versi baru ini pada tahun 2002. Oleh sebab itu sebagian besar Sportage I di Amerika menggunakan lampu dengan disain lama. Dikarenakan paling lama dipergunakan di sana, maka jenis lampu ini latah disebut sebagai lampu versi Amerika.

Seperti sudah disinggung, Sportage gen 1 versi Indonesia langsung menggunakan lampu dengan versi baru. Adapun demikian, penggunaan lampu versi lama tentunya akan membuat penampilan Sportage lain dan lebih menarik. “Lampu dengan sentuhan klasik ala Sportage gen 1 membuat penampilan jadi lain dan beda,” tutur Suyoko Sahari salah satu fans berat SUV ginseng ini. “Versi Amerika mengenal warna amber (kuning /orange) dengan bohlam putih untuk lampu seinnya. Sedangkan versi baru menggunakan mika bening putih dengan bohlam warna oranye,” lanjut pria yang akrab disapa Yoko Edelbrock ini.

Pemasangannya cukup sederhana dan gampang karena memang didesain untuk kendaraan yang sama. “Hanya saja ada sedikit perbedaan pada lajur kelistrikannya. Pada versi lawas dilengkapi dua bohlam rem/lampu belakang, sedangkan versi lawas hanya memiliki satu bohlam saja,” lanjut Yoko yang sering mengimpor barang-barang Sportage dari Amerika  ataupun negara lainnya. “Rangkaian kabel lampu rem/belakang pada kendaraan versi lokal digabungkan menjadi satu dan digabungkan dengan rangkaian soket pada lampu versi USDM,” tutupnya.

 

Lepas lampu asli kendaraan dari tempatnya. Cukup dengan melepas 4 baut yang mengikatnya dan melepas rangkaian kabel pada soketnya. 

Pisahkan unit lampu belakang dengan bodi kendaraan. 

Terdapat perbedaan pola pada lampu dan kabel antara versi USDM dengan versi lokal. 

Versi USDM menggunakan sirkuit kelistrikan yang disatukan pada papan yang berisikan rangkaian listrik dan bolam. Sedangkan versi lokal memiliki sirkuit yang terpisah dan tiap lampunya masing-masing dipasang dengan menggunakan fitting lampu yang terpisah. 

Pola kelistrikan versi lokal dengan tanda (a) digabung menjadi satu, dan rangkaian yang sudah disatukan tersebut disambungkan pada soket versi USDM (a*). Sementara untuk b, b*, c dan c* tidak mengalami perbedaan rangkaian. 

Thanks to :

Yoko Edelbrock

Jl. Pondok Kelapa 5 blok B10 no.4 Duren Sawit, Jakarta Timur

081.1151.060

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
Modifikasi Off-road | Suzuki Escudo 1996
Modifikasi Off-road | Suzuki Escudo 1996
JIP TWITTER FEED
Review Produk