KANAL 4Modifikasi

JIPMemiliki sebuah bengkel kadang harus makan hati. Menghasilkan karya indah dan inovatif memang menjadi kepuasan tersendiri, namun perlu digarisbawahi, bahwa kebanyakan kendaraan milik klien dan akan pergi begitu diambil pemiliknya. Orang bengkel memang harus berbesar hati untuk hal itu, bahkan tak jarang kendaraan milik sendiri justru terbengkalai tidak tersentuh.

Perasaan yang sama dialami Ramadhan Yusuf, punggawa dari D2 Motor, namun pria yang akrab disapa Dede ini menyadari sepenuhnya konsekuensi tersebut. “Pelanggan bengkellah yang dinomorsatukan, sedangkan kendaraan kita hanya bisa dikerjakan kala bengkel lengang,” tutur Dede. Walau saat seperti itu tergolong langka, namun bukan berarti sesuatu yang mustahil. “Begitu ada waktu luang, kita kerjakan jip kita sendiri. Namun ada syaratnya, harus disiplin supaya pekerjaaan utama jangan sampai keteter,” jelas Dede.

Lima atau enam tahun silam Dede dan almarhum ayahnya, Fatkun Nadjib SA pernah diminta seorang klien untuk membuat sebuah Jimny SJ410. “Salah satu itemnya adalah mengubah posisi mengemudi layaknya sebuah sedan. Saya dan bapak waktu itu banyak meluangkan waktu berdiskusi tentang jip ini. Hingga satu per satu permasalahan pada konsep jip itu dapat diurai,” kenangnya.

“Konsep itu yang selalu terbayang-bayang di benak, hingga saya putuskan untuk mewujudkannya,” papar pria berbodi tipis ini. “Hampir 80% Jimny ini copy paste dari yang dulu pernah kita buat. Sebagai pengembangannya saya membuatnya untuk bisa berkiprah di dua alam sekaligus yakni speed off-road dan adventure off-road,” cerocos Dede. “Oleh karenanya, sebisa mungkin semua bagian peralatan jip ini dibuat knockdown alias bisa dibongkar pasang,” lanjut penyuka warna putih ini.

“Kalau ingin ikutan speed off-road, kita lepas bagian yang tidak diperlukan. Namun jika ingin off-road adventure, tinggal dipasang bagian-bagian yang diperlukan,” rincinya. “Konsep yang cukup ambisius memang, namun itu yang saya inginkan. Jip ini punya mode sapu jagat, alias bisa untuk apapun,” tegasnya.

“Jip ini memiliki arti bagi saya. Sebagai sebuah pencapaian cita-cita namun juga sebagai suatu persembahan untuk mengenang almarhum bapak,” tuturnya. “Sekarang saya paham mengapa beliau selalu membangun kendaraan dimana semua perantinya bersifat knockdown,” tutupnya.

­

Mesin

Mesin bawaan kendaraan yang sudah berumur dipetakan ulang untuk mendapatkan hasil yang optimal. Porting Polish menjadi menu wajib. Silinder head diracik ulang sehingga mendapatkan volume yang sama antara ke empat kubahnya, sehingga mendapatkan kompresi yang presisi untuk semua silinder. Penyeragaman dilakukan hingga menimbang ulang piston, stang piston dan membalans ulang kruk asnya. 

Transmisi

Transmisi 5 speed dicomot dari Suzuki Katana, sementara transfercase asli bawaan kendaraan tetap dipertahankan karena kondisinya masih cukup baik. Penggantian girboks tidak mengalami kendala, karena girboks 4 speed bawaan kendaraan merupakan tipe girboks 4 speed generasi 2 yang memiliki dimensi yang sama dengan girbok 5 speed Katana. 

Gardan

Selongsong gardan sumbu lebar milik JB31 diperkuat dengan melakukan reinforcemen. Menyesuaikan dengan kemampuan mesin,maka gardan dengan diameter bonggol 6.5 inci ini pun mengalami penggantian final gir dengan rasio 5.125 : 1 milik JA11. Gardan belakang dijejali dengan locker lansiran Lock Right yang selalu sigap mengisi traksi yang disalurkan pada kedua roda belakangnya. 

Suspensi 

Sistem suspensi per daun tetap menjadi andalan karena mudah dalam melakukan penyesuaian kebutuhan dan modifikasi. Shokbreaker Fox 10 inci dipasangkan di bagian depan, sedangkan 12 inci nongkrong di bagian belakang menyuguhkan handling yang lebih baik pada jip mungil ini. 

Rollbar

Lantai dipotong dan ketinggiannya dikoreksi, maka posisi duduk menjadi lebih selonjor. Posisi ini yang optimal dengan spesifikasi tinggi dan potongan badan Dede, untuk difitting dengan jok Summit Racing. Faktor safety mendapat perhatian. Rollbar 6 titik disambungkan langsung ke sasis, walau pun konsekuensinya tunggangan jadi lebih kaku, namun berkat suspensi yang mumpuni, kekurangan itu bisa teranulir. Cargo barrier menjadi perangkat safety yang melindungi driver dan co-driver dari barang-barang yang disimpan di dalam ruang bagasi. 

 

Ban serep 

Ban serep diletakan di lantai belakang dan tangki bahan bakar tetap berada di posisi bawaan pabriknya. Salah satu pertimbangannya adalah supaya distribusi berat kendaraan ke bagian atas dan bawah tetap berimbang. Hal ini sangat membantu apabila kendaraan dalam posisi miring atau menukik ke depan.

Winch

Winch legendaris M8274 nangkring di bagian depan kendaraan. Survey membuktikan bahwa kondisi trek dan alam di Indonesia membutuhkan winch yang kuat dan handal…bahkan over dosis 

Ban

Ban GT Radial Savero Komodo Extreme dipilih karena kemampuan off-roadnya yang cukup baik. Ban ini memiliki dikenal memiliki durabilitas yang cukup baik lantaran sidewallnya yang cukup tebal. Medan kombinasi off-road dan country road sangat cocok dengan spesifikasi ban ini. 

 

Spesifikasi

Sasis : OEM SJ410

Bodi  : custom SJ410V

Mesin : F10A 970cc 4 silinder inline SOHC

Pengapian : MSD 6AL

Koil : MSD

Kabel busi : MSD

Girboks : 5 speed manual OEM SJ410

Transfercase : 2 speed part-time OEM SJ410

Gardan : JB31/SJ413 Samurai

Final gir : JA11 43 : 8

Locker : Lock Right (Belakang)

Per : Old Man Emu

Sokbreker : Fox 10” (depan) / Fox 12” (belakang)

Jok  : Summit Racing

Seatbelt : Mastercraft

Stir : Grand

Cut off  : Blue Sea System

Pin hood : Aerocatch

Ban : Savero Komodo Extreme 31 x 10.5 x 15

Pelek : US Wheel 8 x 15

Winch : Warn 8274 M50

Remote  wireles : Warn

Batere : Delkor

Rollbar : 6 titik

Bumper : custom By D2 Motor

Batery box : custom by D2 motor

Cover tank : custom by D2 motor

Bengkel  : D2 Motor

               : Jl. RTM H. Muin no.46 Kelapa Dua Depok

               : 081317710052 / 087779858645