KANAL 4Test

JIP - Bentley lebih terkenal sebagai pembuat sedan mewah untuk kalangan superkaya. Mereka bersanding dengan Rolls Royce sebagai pemasok limosin dan sedan GT (Grand Touring) para bangsawan. Sejak awal berdiri pada Januari 1919, Bentley sudah mengkhususkan diri pada kendaraaan golongan superkaya. Maka itu, mereka pun tak pernah kompromi soal material dan teknologi. Hasilnya, harga pun dipastikan berlipat-lipat kendaraan premium biasa.

http://jip.co.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_09_10_14_06_D38V7049.jpg

Ketika semua pabrikan besar dunia ramai-ramai membuat SUV di awal 2000, Bentley belum bergeming. Bahkan ketika BMW sukses dengan seri X-nya, mereka masih santai. Ketika terjadi peralihan kepemilikan di bawah Volkswagen AG sekitar 1998, Bentley tetap belum melihat peluang di sektor yang saat itu mulai booming. Maklum, sedan mereka masih menjadi benchmark untuk status bangsawan atau bos konglomerat.

Sebenarnya, wacana soal SUV sudah lama berembus, namun selalu maju mundur. Baru pada 2011, ketika Wolfgang Dürheimer memimpin, rencana itu sontak dijalankan. Wolfgang yang sebelumnya berkantor di Porsche, sudah melihat bagaimana Cayenne meraup uang untuk Porsche yang sebelumnya cuma bikin sedan sport.

Hanya butuh setahun, versi konsep berkode EXP-9 sudah dipajang di Geneva Motor Show 2012. Waktu secepat itu dimungkinkan karena VAG memang sudah punya platform SUV yang dapat dijadikan basis produksi. Yang dipilih adalah sasis Audi Q7 generasi kedua.

http://jip.co.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_09_10_14_06_Bentley%20Bentayga%20(20).jpg

Setelah pengembangan dan pengujian selama tiga tahun lebih, pada September 2015, Bentayga pun diperkenalkan pada Frankfurt Motor Show, dan mulai diproduksi pada akhir November tahun lalu.

Kami pun menerima undangan test drive di awal Mei, yang juga salah satu kesempatan pertama bagi media Asia untuk menjajalnya.

Sopan Tapi Brutal

Menyesal dan sedikit kesal. Ketika tiba di kantor menjelang pukul 19.00, saya membuka flashdisk yang diberikan Bentley, berisi foto dan informasi seputar kendaraannya. Ternyata fitur dan kecanggihan Bentayga sangat banyak, jauh melebihi yang kami coba ketika menjajalnya di acara Bentley Dynamic Driving Experience 2016 (12-13 Mei) siang harinya.

Sekitar tiga minggu sebelumnya, kami mendapat undangan eksklusif, menjajal Bentayga di area pitlane F1 Singapura. Bentayga adalah SUV pertama buatan Bentley. Nama Bentayga terinspirasi dari dua daerah dekat tanah kelahirannya di Inggris. Di sebelah utara ada Taiga, hutan salju transkontinental terbesar di dunia, dan di sebelah selatannya ada puncak gunung Roque Bentayga, di wilayah kepulauan Canary.

Undangan ini pun istimewa, lantaran kami tak hanya menjajal Bentayga, tapi juga model Bentley yang lain, yakni Mulsanne, Flying Spur, dan Continental. Sehingga, kami dapat membandingkan bagaimana “rasa” Bentayga terhadap tiga sedan super premium itu.

Sesi test drive berlangsung singkat namun padat. Hanya setengah hari, dan tanpa off-road. Agak kecewa sih, namun begitu, kami “menikmati” beberapa fitur yang dianggap penting oleh Bentley. Termasuk Bentley Dynamic Drive yang mengatur body roll secara otomatis, serta dua driving mode utama, yakni comfort dan sport.

Tiba di area pengetesan, kami langsung mendapat briefing singkat tentang kendaraan yang akan dijajal. Peter Barnes, sang penanggung jawab Dynamic Driving dari Bentley, hanya menjelaskan sedikit soal teknologi kendaraan serta jalur pengetesan. Dia sangat percaya dengan kemampuan SUV ini. “Kemudikanlah mobil ini sesuai keinginan kalian. Gak usah ragu.”

Melihat langsung sosok Bentayga, memang sedikit berbeda. Apalagi bila sudah terbiasa melihat SUV buatan Jepang dan Amerika. Namun, ketika melihat model Bentley yang lain, saya jadi mengerti. Memang garis desain Bentley lebih ke gentleman’s car yang elegan. Tidak seperti pabrikan lain yang menonjolkan elegan via permainan warna dan bahan tertentu, Bentley sudah terlihat wah dari bentuknya yang khas. Tidak ada garis-garis yang terlalu menarik perhatian, kecuali bagian gril yang memang jadi ciri mereka.

Ya, Bentley bukanlah merek mobil mewah seperti Ferrari atau Lamborghini yang langsung mengundang lirikan. Ini adalah mobil bangsawan yang berkelas, yang baru ketahuan mewahnya bila kita melihat dengan seksama.

Cermati detailnya, dipastikan Anda terperangah. Lupakan Range Rover atau Lexus, BMW, Mercedes, Audi atau malah Porsche. Dipastikan tidak ada yang semewah dan secanggih Bentayga. Soal fitur, dijamin sulit menyamai (baca : Hampir Semua Ada). Pun soal kualitas finishing dan bahan. Lapisan kulit pada jok misalnya, meski semua SUV premium memakai kulit, namun pada Bentley, kulit itu terasa lebih halus dan merata sampai ke sisi dalam, serta adem! Padahal, saat itu suhu di Singapura panasnya mirip-mirip Jakarta.

http://jip.co.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_09_10_14_06_Bentley%20Bentayga%20(9).jpg

Masuk ke kabin, gak ada bau kulit seperti yang biasanya ditemui pada SUV Jerman. Tutup pintu, dan kabin pun hening seketika. Tak ada getaran, tak ada suara, bahkan AC yang ternyata sudah dihidupkan pun tak terdengar. Apalagi mesin yang tak ketahuan hidup atau mati. Hanya lirikan ke takometerlah yang menunjukkan mesinnya sudah idle. Heningnya kabin Bentley memang luar biasa, lebih hening dari SUV premium lain yang pernah kami coba.

Kami semua diberi kesempatan menjajal setiap model satu per satu, ditemani instruktur profesional yang tugasnya hanya memandu arah dan sedikit menjelaskan tentang fitur mobilnya. Kebetulan, beberapa di antara mereka sudah pernah kami temui sebelumnya ketika mencoba Porsche Cayenne beberapa tahun silam.

Oiya, di area parkir mobil test, kami juga melihat demonstrasi park assist, yang kini jadi fitur standar pada beberapa SUV terkini.

Satu per satu kami bergiliran menjajal lintasan yang merupakan salah satu potongan trek F1 Singapore. Sambil menunggu, saya menyaksikan jurnalis lain “membantai” Bentayga, tanpa ragu. Seperti kata Peter Barnes sebelumnya, mereka pun tak menahan diri bejek gas.

Akselerasi “seram” yang menurut spesifikasi hanya butuh 4,1 detik untuk mencapai 100 km per jam, memang terasa menakutkan. Hanya segelintir kendaraan yang punya spesifikasi seperti itu. Anda bakal tertekan ke jok, namun tanpa bunyi ban berdecit, atau raungan W12 silindernya. Benar-benar gentleman’s car!

Ketika giliran mengemudi tiba, saya sempat gugup. Masuk ke kabin dengan balutan kulit lembut yang adem, disambut keheningan yang memaksa kita melirik takometer untuk memastikan mesin hidup atau mati. Aura kemewahan terasa kuat, dari jam yang menghias dasbor, hingga kombinasi kulit, kayu dan aluminium pada semua bagian interior, semua dengan finishing yang setara dengan harganya. Benar-benar wah!

Tapi, ada satu keunggulan yang mestinya lebih diperhatikan pabrikan lain. Duduk di jok pengemudi dengan pengaturan elektrik, kita akan mudah menjangkau instrumen, kemudi, memantau dasbor, dan paling penting, sangat mudah memantau jalan dan luar kendaraan. Bahkan pilar A tak menghalangi pandangan samasekali. Ibarat memakai sepatu yang ukurannya pas. Ini memudahkan mengendalikan kendaraan, meski baru pertama kali. Tanpa perlu penyesuaian apapun!

Bicara akselerasi, Bentayga ibarat monster yang jinak. Tenaga 600 dk dengan torsi 900 Nm yang sudah tersedia sejak rpm 1.250, ternyata mudah saja dikemudikan dengan halus. Sentakan menakutkan baru terasa ketika instruktur menyuruh saya membenamkan pedal gas. Kalau gak biasa, dijamin sedikit disorientasi! Punggung seolah disedot kuat oleh sandaran jok. Angka 100 km per jam dengan mudah dilampaui, padahal jaraknya kurang dari 100 m! Brutal..

http://jip.co.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_09_10_14_38_SAM_0113.jpg

Konyolnya, setelah akselerasi kuat itu, saya diminta mengerem sejadi-jadinya lalu membelokkan mobil meliuk ke kiri lalu kanan, menghindari kun. Maksud instruktur, agar saya merasakan bagaimana handlingnya dalam kondisi pengereman panik seperti itu. Namun sayang, karena terbiasa mengemudi halus, saya hanya menginjak rem sedikit, dan meliukkan mobil 2,5 ton itu melewati kun dengan mudah. Baru pada putaran berikutnya saya mengikuti permintaan instruktur. Namun jujur, perbedaannya hanya merasakan rem ABS menghentikan mobil dengan cepat. Bentayga tetap meliuk sopan seperti sebelumnya.

Perlu dicatat, tes pertama itu dilakukan dalam mode comfort! Bukan sport, namun semuanya terjadi tanpa body roll berlebihan meski suspensinya super empuk! Menurut Peter, Bentley memang menggunakan active roll control tercanggih saat ini. Memakai sistem 48 volt, atau empat kali lipat dari sistem kelistrikan mobil, untuk mengatur antirollbar otomatisnya. “Itu karena sistem biasa yang 12 volt dirasa kurang cepat tanggap,” imbuh Peter.

Sistem yang dinamai Bentley Dynamic Drive itu, memang mampu membaca kondisi mobil dan jalan, lalu seketika mengatur antirollbar dengan cepat. Ibaratnya, suspensi baru terasa keras ketika kita belok.

Pantas saja saya tak kesulitan meliukkan mobil...

Selanjutnya, kita melewati salah satu tikungan di trek F1 pada kecepatan cukup tinggi. Mudah bagi Bentayga melewatinya, sembari tetap mempertahankan kenyamanan tinggi. Tak ada kesulitan mengendalikan SUV sebesar ini. Kemudinya yang ringan memberi feedback bagus.

Pada putaran berikutnya, saya melakukan manuver yang sama, namun kali ini dalam mode sport. Jujur saja, tak ada yang terlalu berbeda, kecuali body roll yang memang berkurang cukup jauh dari sebelumnya. Namun, kenyamanan gak jauh berbeda.

Sayang, rasanya sesi ini berlangsung terlalu singkat. Karena saya seolah gak merasakan sesuatu yang menonjol dari mobil ini. Atau mungkin juga, karena semua fitur canggih yang tersedia, membuat pengalaman mengemudikan SUV termahal ini menjadi mudah. Seperti kata Peter Barnes sebelumnya, “Mobil yang bagus adalah ketika kamu tak menyadari apa yang terjadi, lalu menikmati proses mengemudi itu sendiri tanpa beban.”

(Hampir) Semua Ada

Apa yang Anda lakukan bila diminta membuat mobil untuk orang-orang super kaya, yang sudah punya segalanya? Jejali dengan fitur tercanggih? Itu sudah biasa jadi jurus produsen mobil murah. Jejali dengan kemewahan? Inipun banyak dilakukan sejak zaman dulu. Tapi, kombinasikan kemewahan eksklusif dengan teknologi tercanggih, itulah yang jarang dilakukan. Selain mahal, prosesnya pun tak mudah. Selain melibatkan berbagai teknologi terbaru yang butuh waktu riset dan biaya, juga karena

Namun itu pula jalan yang dipilih Bentley ketika membuat Bentayga. Dari awal keputusan membuat SUV, mereka langsung memposisikan Bentayga sebagai SUV paling eksklusif, tercepat dan tercanggih. Bagaimana mereka melakukan itu dalam waktu relatif singkat? Hanya butuh empat tahun mereka mewujudkan versi produksi. “Karena digrup kita sudah ada pondasi SUV yang bagus,” ungkap Peter yang terlibat sejak awal pengembangan Bentayga.

Meski Ia tak menyebut SUV yang mana, tapi sudah jadi rahasia umum bahwa sasis yang digunakan dikembangkan dari Audi Q7 generasi kedua. “Tentu kami menyempurnakan basis itu, sesuai standar Bentley,” imbuh Peter yang sehari-harinya menggunakan Porsche Cayenne.

Bicara sasis, langkah utama adalah membuat rangka yang sekaku atau rigid mungkin. Agar suspensi canggihnya dapat bekerja optimal. Canggih bukan hanya karena memanfaatkan teknologi terkini, tapi juga karena menggunakan teknologi yang belum dipakai pabrikan lain. Seperti Anti roll bar otomatis yang bekerja dengan sistem kelistrikan 48 volt, atau empat kali lipat dari mobil lain! “Ketika kita menguji sistem yang biasa, engineer kami tidak puas pada kecepatan reaksi sistem 12 volt biasa. Solusinya adalah membuat sistem 48 volt ini,” imbuh Peter.

Mesin juga begitu. Sejak awal mereka ingin membuat SUV tercepat di dunia. Sehingga pasti butuh mesin yang serius. Jawabannya adalah konfigurasi W12, dengan desain baru yang jauh lebih advance dibanding W12 yang selama ini digunakan Bentley. “Anggap saja ini mesin Bugatti Veyron yang setiap baris silindernya disunat satu silinder,” senyum Peter.

Mesin ini bertenaga 600 dk dengan torsi fantastis 900 Nm, yang sudah tersedia dari RPM 1350! Akselerasi dari diam ke 100 km per jam hanya butuh 4,1 detik, dan top speednya mencapai 301 km per jam! Tercepat untuk SUV saat ini..Dengan performa seperti itu, konsumsi bbmnya terhitung irit, Bentley mengklaim sekitar 9,6 liter per 100 km bila Anda bepergian ke luar kota.

Mesin itu dipasangkan dengan transmisi otomatis 8 speed yang halus, lengkap dengan fulltime 4WD, namun tanpa transfercase atau low gear. Apakah kemampuan off-roadnya dikorbankan? “Tentu tidak, soalnya dengan torsi sebesar itu yang tersedia dari putaran rendah, Bentayga akan mudah menaklukkan tanjakan ekstrem. Ini sudah sering kami tunjukkan saat demo,” begitu ungkap Peter.

Sayang, kami tak sempat menjajalnya di trek tanah.

Semakin sedih setelah mengetahui driving mode yang tersedia. Ada empat driving mode standar, yakni Comfort, Sport, Bentley dan Custom. Namun, bila Anda menggunakan versi off-road, maka driving modenya bertambah empat lagi. Yakni Snow and Grass, Dirt and Gravel, Mud and Trail, dan Sand Dunes! Masing-masing dengan kombinasi pengaturan mesin, transmisi, dan suspensi yang berbeda.

Namun begitu, yang membuat Bentayga berada di kelas “bangsawan” bukanlah kemampuan off-road on-road atau kemampuan mesinnya, melainkan kelengkapan fitur canggih yang sulit ditemui di kendaraan lain. Semisal night vision dan Head Up Display, Traffic Sign Recognition atau kemampuan membaca rambu lalu lintas lalu mengingatkan pengemudi. Yang unik, adalah tersedianya Wifi 4G, dan dua tablet Android untuk entertainment. Dua tablet ini berlayar 10,2 inci, lebih besar dari kebanyakan monitor yang biasa dijumpai di belakang sandaran kepala jok depan, pada mobil-mobil biasa. Posisinya pun mirip, tapi tidak menempel ke sandaran kepala, dan bila ingin, tablet ini dapat dilepas dan dibawa sebagaimana tablet biasa!

Pada belakang konsol diantara jok depan, terpasang serta sebuah remote touchscreen berbasis Android yang dapat dipakai untuk memantau dan mengatur semua fitur kendaraan dari kursi belakang! Menurut Peter, alat yang mirip ponsel itu, memang dapat dipakai layaknya telepon, dan dicabut dari dudukannya. “Biasanya dipakai bila pemilik mobil ingin melihat kecepatan tanpa mengganggu sopir.”

Masih ada Rear Crossing Traffic yang memantau bagian belakang kendaraan saat kita mundur (misalnya keluar dari parkir), dan mengingatkan bila ada kendaraan atau orang yang berpotensi menabrak atau ditabrak. Juga ada Pedestrian Warning yang tak kalah canggih. Sistem ini dapat memantau dan mendeteksi bila ada pejalan kaki, lalu memperhitungkan arah gerakan mereka dan arah laju mobil, lalu memperingatkan bila berpotensi tabrakan.

Ini baru segelintir dari spesifikasi dan fitur yang ada pada Bentayga. Intinya, SUV ini bukan hanya tercanggih, tapi juga terlengkap! Mungkin hanya sistem autonomous driving yang gak ada, meski dalam kondisi tertentu, Bentayga sebenarnya ikut mengatur arah dan lajunya sendiri via 12 sensor ultrasonik, 5 kamera, dan dua radar (jarak jauh dan jarak dekat) yang membantu pengemudi mengandalikan kendaraan!

Meski begitu, fitur terbaik dari semua kecanggihan Bentayga adalah kenikmatan mengemudi, serta kemudahannya. Anda gak bakal sadar semua teknologi itu ada, hanya merasakan betapa mudah dan aman, serta nyaman, mengemudikan SUV yang bernilai setidaknya 5 buah Lexus  LX570 terbaru!

“Mobil ini membuat pengalaman mengemudi jadi mudah, anda gak akan merasakan teknologinya bila tidak memperhatikan dengan seksama,” imbuh Peter Barnes. Setelah merasakan sendiri, saya pun setuju.

Ada charger aki

Namanya Event Seat, khusus dipakai ketika nonton acara outdoor dari bagasi belakang...

 

Dop merah v8, hitam W12

Rolls Royce sedang bikin juga

 

Spesifikasi Teknis

Panjang :  5140 mm

Lebar (termasuk spion)   :  2224 mm

Lebar tanpa spion  :  1998 mm

Tinggi  :  1742 mm

Wheelbase  :  2995 mm

Track Depan  :  1689 mm

Track Belakang  :  1693 mm

 

Suspensi Depan : 4 Link double Wishbone active Anti-roll, Suspensi Udara

Suspensi Belakang : Trapezoidal Multi-Link Active Anti-roll, Suspensi Udara

 

Mesin   : W12 6000 cc twin turbo TSI

Tenaga : 600 dk

Torsi : 900 Nm @ Rpm 1350

Akselerasi : 0-100 kpj dalam 4,1 detik

Top Speed 300 kpj


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
Modifikasi Off-road | Suzuki Escudo 1996
Modifikasi Off-road | Suzuki Escudo 1996
JIP TWITTER FEED
Review Produk